Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Desember 2013
Anak Sekolah Senang Tawuran Bisa Terlihat Saat Bayi lho
Tawuran remaja usia sekolah belakangan semakin marak. Aksi mereka bertambah brutal, tak segan-segan mencabut nyawa orang lain. Selain pengaruh dari lingkungan, peran orang tua sangat besar. Bahkan sejak bayi.
"Kalau saat ini remaja banyak yang terlibat tawuran, perlu dilihat kembali nutrisi pada 1.000 hari pertama umur mereka," kata Dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Yogyakarta seperti dilansir Tempo.
"Kalau saat ini remaja banyak yang terlibat tawuran, perlu dilihat kembali nutrisi pada 1.000 hari pertama umur mereka," kata Dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Yogyakarta seperti dilansir Tempo.

babyboutiques.org
Bisa jadi, kata dia, para pelajar yang rata-rata berusia remaja itu terlibat dalam kasus perkelahian antarpelajar karena kurang mendapat nutrisi saat 1.000 hari pertama kehidupannya. Apalagi, pada 1998, terjadi krisis ekonomi. Sangat mungkin asupan gizi mereka saat itu kurang karena harga-harga kebutuhan melonjak drastis. Pada 1998 itu, para pelajar yang terlibat tawuran saat ini masih berusia antara 0-3 tahun.
Meskipun masih perlu didalami dan dilakukan penelitian yang lebih lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.
"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," imbuh Saptawati.
Meskipun masih perlu didalami dan dilakukan penelitian yang lebih lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.
"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," imbuh Saptawati.
Selain kelebihan atau kekurangan gizi pada masa kanak-kanak bisa berpengaruh pada emosi, saat dewasa bisa mengidap obesitas (kegemukan), diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, mudah emosi, dan lain-lain.
"Untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan nutrisi anak, perlu ada kemitraan antara komunitas kesehatan masyarakat, swasta, dan pemerintah," pungkasnya.
"Untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan nutrisi anak, perlu ada kemitraan antara komunitas kesehatan masyarakat, swasta, dan pemerintah," pungkasnya.
Sumber:
tempo
tempo
Minggu, 15 Desember 2013
Nadya Suleman Ibu yang Mempunyai 14 Orang Anak

Nadya Suleman, seorang perempuan yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, adalah seorang ibu yang luar biasa. Meski tak bersuami, dari rahim Nadya telah lahir 14 anak yang kesemuanya hasil teknik implantasi embrio dari sperma para pendonor. Uniknya lagi, delapan anak yang terakhir adalah anak kembar yang lahir pada 26 Januari 2009 di Rumah Sakit Kaiser Permanente Bellflower, California, Amerika Serikat.
Ibu yang beruntung telah melahirkan 8 bayi dalam satu kehamilan, atau biasa di sebut octuplet.
Tapi uniknya mereka tidak identik, karena salah satu bayinya berambut pirang dan lainnya berambut hitam.
Nadya Suleman, sang ibu merasa khawatir saat awal kelahiran bayinya karena mengira itu adalah kelainan penyakit.
Ibu yang beruntung telah melahirkan 8 bayi dalam satu kehamilan, atau biasa di sebut octuplet.
Tapi uniknya mereka tidak identik, karena salah satu bayinya berambut pirang dan lainnya berambut hitam.
Nadya Suleman, sang ibu merasa khawatir saat awal kelahiran bayinya karena mengira itu adalah kelainan penyakit.








Sumber : www.kaskus.us
Langganan:
Postingan (Atom)