Tampilkan postingan dengan label saat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2014
7 Tips Asupan Makan Saat Perjalanan Mudik
Butuh persiapan banyak saat mudik, jadi jangan sampai terlewat.
Perkirakan pula kemungkinan macet di jalan yang dapat menghambat waktu perjalanan mudik. Persiapkan bekal di mobil tentunya juga harus diperhatikan agar Anda tak perlu repot cari warung untuk mengganjal perut nantinya.
Agar perjalanan nyaman, Anda bisa ikuti tips ini:
1. Siapkan cooler yang penuh dengan snack ringan dan bahkan makanan lengkap seperti sayur-sayuran yang sudah dipotong-potong, buah-buahan segar, botol berisi air putih dan jus segar, low-fat yogurt, selai kacang dan roti gandum.
2. Jangan lewat jam makan selama perjalanan. Merasa lapar saat berkendaraan akan merusak kosentrasi menyetir. Tak akan masalah jika Anda melewati banyak resto atau rumah makan, tapi bagaimana jika Anda terjebak di kemacaten dan jalan sepi seperti jalur hutan?
3. Hindari makan makanan berat di dalam mobil. Luangkan waktu untuk berhenti, bersantai dan menikmati makanan Anda bersama anggota keluarga.
4.Untuk melepas rasa lelah, lakukan istirahat selama 10 menit dengan melakukan peregangan. Ke luar dari mobil dan bermain bersama si kecil sebentar akan membuat Anda merasa segar dan energik kembali.
5. Hindari minuman berkafein seperti kopi. Minuman Ini hanya akan memberikan energi yang sifatnya sementara dan jangka pendek. Penurunan kafein akan membuat Anda merasa menjadi lebih lelah.
6. Untuk mendapatkan energi yang stabil saat berkendaraan, minumlah air putih dan makan makanan sehat yang dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil.
7. Berhati-hatilah terhadap makanan cepat saji dan restoran pinggir jalan. Namun, jika rasa lapar sudah tak tertahan, pilihlah warung makan yang bersih dan jauh dari jalan raya. Konsumsi makanan dalam porsi kecil akan menghindari kelebihan kalori dan lemak.
Selamat mudik.
Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/342703-7-tips-mudik-pakai-kendaraan-pribadi
Jumat, 20 Desember 2013
Anak Sekolah Senang Tawuran Bisa Terlihat Saat Bayi lho
Tawuran remaja usia sekolah belakangan semakin marak. Aksi mereka bertambah brutal, tak segan-segan mencabut nyawa orang lain. Selain pengaruh dari lingkungan, peran orang tua sangat besar. Bahkan sejak bayi.
"Kalau saat ini remaja banyak yang terlibat tawuran, perlu dilihat kembali nutrisi pada 1.000 hari pertama umur mereka," kata Dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Yogyakarta seperti dilansir Tempo.
"Kalau saat ini remaja banyak yang terlibat tawuran, perlu dilihat kembali nutrisi pada 1.000 hari pertama umur mereka," kata Dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Yogyakarta seperti dilansir Tempo.

babyboutiques.org
Bisa jadi, kata dia, para pelajar yang rata-rata berusia remaja itu terlibat dalam kasus perkelahian antarpelajar karena kurang mendapat nutrisi saat 1.000 hari pertama kehidupannya. Apalagi, pada 1998, terjadi krisis ekonomi. Sangat mungkin asupan gizi mereka saat itu kurang karena harga-harga kebutuhan melonjak drastis. Pada 1998 itu, para pelajar yang terlibat tawuran saat ini masih berusia antara 0-3 tahun.
Meskipun masih perlu didalami dan dilakukan penelitian yang lebih lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.
"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," imbuh Saptawati.
Meskipun masih perlu didalami dan dilakukan penelitian yang lebih lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.
"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," imbuh Saptawati.
Selain kelebihan atau kekurangan gizi pada masa kanak-kanak bisa berpengaruh pada emosi, saat dewasa bisa mengidap obesitas (kegemukan), diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, mudah emosi, dan lain-lain.
"Untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan nutrisi anak, perlu ada kemitraan antara komunitas kesehatan masyarakat, swasta, dan pemerintah," pungkasnya.
"Untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan nutrisi anak, perlu ada kemitraan antara komunitas kesehatan masyarakat, swasta, dan pemerintah," pungkasnya.
Sumber:
tempo
tempo
Sabtu, 14 Desember 2013
Jangan Anggap Sepele Air yang Masuk Telinga Saat Berenang
Masuknya air ke dalam telinga sering terjadi saat orang sedang berenang. Kebanyakan orang akan menganggapnya sepele, padahal bila dibiarkan hal ini bisa menyebabkan risiko infeksi.
Masuknya air ke dalam telinga sering terjadi saat orang sedang berenang. Kebanyakan orang akan menganggapnya sepele, padahal bila dibiarkan hal ini bisa menyebabkan risiko infeksi.
Air yang masuk ke telinga dan tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah. Jika saluran telinga basah, maka perlindungan pada saluran telinga akan hilang dan berisiko mengalami infeksi.

Telinga mengandung zat lilin yang berfungsi untuk menjaga kelembaban agar bakteri baik dapat berkembangbiak pada lapisan kulit di telinga. Selain itu, lapisan lilin ini juga berfungsi sebagai pelindung terhadap serangga atau benda asing yang masuk, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (19/3/2011).
Air dan lapisan lilin ini tidak bisa bercampur. Ketika orang berenang, maka air akan masuk dan mencuci lapisan ini. Bila orang berenang untuk jangka waktu lama, maka air benar-benar bisa membersihkan lapisan ini dan membuat telinga tanpa pelindung.
Tanpa lapisan lilin ini, air dapat tetap berada di dalam saluran telinga dan membuat kulit menjadi lembab. Karena saluran telinga adalah ruang yang tertutup, air tidak menguap secara normal dan tetap berada pada saluran telinga yang lembab.
Bila air dibiarkan berlama-lama di dalam saluran telinga, hal ini akan menciptakan lingkungan yang sempurna bagi berbagai infeksi organisme, karena infeksi organisme seperti jamur dan bakteri sangat suka tempat hangat, gelap dan tempat-tempat yang basah.
Hal ini biasanya menyakitkan, terutama ketika Anda tarik bagian luar telinga. Ini juga bisa menyebabkan cairan kuning telinga menjadi busuk.
Lalu bagaimana mengeluarkan air dari telinga saat berenang?

1. Gerakkan kepala
Gerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lain dalam gerakan goyang ke arah bahu, kembalikan telinga ke posisi normal dan gerakkan kembali pada arah yang berlawanan. Masukkan jari ke telinga untuk membuat tekanan yang cukup untuk mengeluarkan air.
2. Keringkan dengan pengering rambut
Memiringkan kepala dan mengeringkannya dengan handuk kering juga bisa membantu air keluar. Hembusan pengering rambut yang disetel dengan panas yang rendah ke dalam telinga juga bisa membantu mengeringkan telinga. Tes pengering rambut pada kulit terlebih dahulu untuk memastikan panasnya tidak berlebihan.
3. Campuran larutan alkohol dan cuka
Menurut American Academy of Family Physicians, campuran larutan alkohol dan cuka putih juga membantu mengeringkan air yang tersiksa di saluran telinga.
Masukkan 3-5 tetes campuran larutan ini ke dalam telinga dengan kepala dimiringkan dan biarkan selama beberapa saat. Anda akan mendengarkan suara hampa di telinga yang berarti telinga mulai kering.
Sumber :
health.detik.com
Air yang masuk ke telinga dan tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah. Jika saluran telinga basah, maka perlindungan pada saluran telinga akan hilang dan berisiko mengalami infeksi.
Telinga mengandung zat lilin yang berfungsi untuk menjaga kelembaban agar bakteri baik dapat berkembangbiak pada lapisan kulit di telinga. Selain itu, lapisan lilin ini juga berfungsi sebagai pelindung terhadap serangga atau benda asing yang masuk, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (19/3/2011).
Air dan lapisan lilin ini tidak bisa bercampur. Ketika orang berenang, maka air akan masuk dan mencuci lapisan ini. Bila orang berenang untuk jangka waktu lama, maka air benar-benar bisa membersihkan lapisan ini dan membuat telinga tanpa pelindung.
Tanpa lapisan lilin ini, air dapat tetap berada di dalam saluran telinga dan membuat kulit menjadi lembab. Karena saluran telinga adalah ruang yang tertutup, air tidak menguap secara normal dan tetap berada pada saluran telinga yang lembab.
Bila air dibiarkan berlama-lama di dalam saluran telinga, hal ini akan menciptakan lingkungan yang sempurna bagi berbagai infeksi organisme, karena infeksi organisme seperti jamur dan bakteri sangat suka tempat hangat, gelap dan tempat-tempat yang basah.
Hal ini biasanya menyakitkan, terutama ketika Anda tarik bagian luar telinga. Ini juga bisa menyebabkan cairan kuning telinga menjadi busuk.
Lalu bagaimana mengeluarkan air dari telinga saat berenang?

1. Gerakkan kepala
Gerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lain dalam gerakan goyang ke arah bahu, kembalikan telinga ke posisi normal dan gerakkan kembali pada arah yang berlawanan. Masukkan jari ke telinga untuk membuat tekanan yang cukup untuk mengeluarkan air.
2. Keringkan dengan pengering rambut
Memiringkan kepala dan mengeringkannya dengan handuk kering juga bisa membantu air keluar. Hembusan pengering rambut yang disetel dengan panas yang rendah ke dalam telinga juga bisa membantu mengeringkan telinga. Tes pengering rambut pada kulit terlebih dahulu untuk memastikan panasnya tidak berlebihan.
3. Campuran larutan alkohol dan cuka
Menurut American Academy of Family Physicians, campuran larutan alkohol dan cuka putih juga membantu mengeringkan air yang tersiksa di saluran telinga.
Masukkan 3-5 tetes campuran larutan ini ke dalam telinga dengan kepala dimiringkan dan biarkan selama beberapa saat. Anda akan mendengarkan suara hampa di telinga yang berarti telinga mulai kering.
Sumber :
health.detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)